Senin, 04 Maret 2019


Assalamu’alaikum para sahabat,apa kabar?Untuk yang kali ini selvi akan membagikan sebuah cerpen yang bertema “Kemenangan Berawal dari Usaha dan Kerja Keras” cerpen ini karya selvi sendiri loh,semoga cerpennya menarik dan para sahabat pun dapat mengambil hikmah dari cerpen tersebut.Selamat Membaca!



KEMENANGAN BERAWAL DARI USAHA DAN KERJA KERAS

Aku seorang siswi yang sekarang duduk di kelas XII IPA di SMA Harapan Bangsa,dimana sekolah yang ku nantikan sejak aku duduk di SMP dan kini menjadi kenyataan,aku sangat bersyukur  bisa menjadi salah satu siswi di sekolah SMA Harapan Bangsa ini.
Di sekolah aku mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah atau sering disebut dengan OSIS. karena menurutku dengan mengikuti organisasi ini,kita bisa bersikap lebih disiplin dan merasakan indahnya kebersamaan dan kekeluargaan yang saling melengkapi satu sama lain.
Pagi hari,mentari mulai terang, kicauan burung pun mulai menghiasi pagi ini dengan tenang, mataku terbuka dengan senang, ketika melihat pagi ini yang sejuk dan menghangatkan seluruh badan,ini lah suasana yang selalu ku nantikan ketika hatiku berada dalam ketenangan.
Setelah lama menikmati keindahan alam, aku bergegas untuk merapikan tempat tidurku dan beranjak  untuk pergi mandi dan berangkat sekolah.Sebelum berangkat sekolah,aku selalu berpamitan terlebih dahulu kepada orang tua ku.
“Mah,yah Vivi pamit dulu ya.Assalamu’alaikum.”
“Waalaikum salam.Hati-hati di jalan ya nak.”
“Iya mah siap.”
Dari rumah aku jalan kaki beberapa menit untuk menunggu angkutan umum di halte.Tapi kenapa pada hari ini,pukul sudah menunjukan jam 06.25 bus tak kunjung datang juga.Sampai-sampai aku gelisah kalau bus belum datang juga,bisa-bisa aku terlambat,karena dalam kamus hidupku tak pernah ada kata terlambat.Setelah lama menuggu akhirnya yang di tunggupun datang,aku segera menaiki bus.
Hanya butuh waktu beberapa menit bus pun sampai di depan gerbang sekolah,aku segera turun.Aku melihat sekeliling keadaan sekolah,ternyata para siswa disana belum cukup ramai dan parkiran khusus kendaraan pun baru sedikit.Akupun berjalan melewati setiap koridor ruangan kelas dan sampailah di depan kelasku.
Disana hanya ada beberapa siswa dan teman sebangku ku Sera yang sedang  duduk sambil memainkan HandPhone dengan santai di kursinya,aku pun segera duduk dan mengampiri temanku.
“Hai Ra,dari kapan kamu sudah ada disini?”
“Hai Vivi,baru ko vi.”
“Oh gitu,Vivi kira tadi itu Vivi bakal terlambat masuk sekolah ra,karena tadi bus datangnya lama banget,tapi syukurlah gak kesiangan juga”
“Iya sih,hari-hari ini bus emang agak telat Vi.Kalau begitu kapan-kapan Rara jemput Vivi deh,jadi kita berangkat bareng ke sekolahnya.”
“Oke,awas kalau bohong ya.”
“Iya,Rara gak bakal bohong kok.”
Ketika mereka sedang asik berbincang-bincang,seorang siswi anggota OSIS menghampiri mereka berdua.
“Vi,kamu di tunggu tuh di ruang osis sama Pa Bayu.”
“Oh iya,aku segera kesana,Makasih ya.”
“Ra vivi ke ruang osis dulu ya,kalau ada guru bilangin aja Vivi lagi di panggil sama Pa Bayu di ruang osis.”
“Oke siap.”
Vivi pun meninggalkan Rara dan segera menghampiri Pa Bayu yang dari tadi sedang menunggunya.
“Assalamu’alaikum pak,Bapak panggil saya?”
“Eh iya,sini Vi,bapak ada tugas buat kamu.Nanti kamu persiapkan ya untuk acara ulang tahun sekolah kita,pokoknya tema ulang tahun hari ini kita mau bikin acara yang beda dengan sebelumnya.Jadi kamu urus utnuk segi peralatannya”
“Baik pak,Vivi akan berusaha menyiapkannya dengan baik dan benar.Kalau begitu vivi kembali ke kelas dulu ya pa.”
“Iya,silahkan.”
Vivi pun kembali ke kelasnya dan mengikuti pelajaran seperti biasanya.Tapi pelajaran kali ini Vivi tidak terlalu memperhatikan gurunya karena dia bingung.Jika Vivi tidak menjalankan amanah Pak Bayu dengan baik,sama saja Vivi menghianati kepercayaan yang selama ini Pak Bayu berikan kepadanya. Tetapi dari segi lain mamah Vivi menginginkan anaknya untuk menjadi seorang siswi yang mendapatkan nilai terbaik,karena organisasi tidak akan menjamin nilai yang besar.Jadi mamah ingin Vivi fokus belajar supaya bisa membanggakan dan membawa kedua orang tuanya dalam kehidupan yang lebih baik.
“Vi,kamu kenapa?apa ada masalah?”
“Ehh enggak ra”                                                                                                    
“Gak usah bohong kali Vi,Sera tau kok dari wajah vivi dari tadi bengong mulu.Cerita aja sama Sera,siapa tahu Sera bisa bantu.”
“Ra,aku boleh Tanya gak?”
“Boleh,apapun itu pertanyaanya sebisa mungkin akan Sera jawab asal masih dalam jangkauan.”
“Di dunia ini pasti semua anak ingin sekali membahagiakan kedua orang tua nya kan?”
“Ya iyalah dimana ada sih anak yang gak mau orang tuanya bahagia vi.”
 “Tapi apakah melarang kegiatan organisasi anaknya,bisa membuat anaknya bahagia gitu?gak kan. Sama aja itu dengan egois!”
”Jadi maksud vivi,orang tua vivi melarang vivi main mengikuti OSIS gitu?”
“Iya ra,mamah vivi melarang vivi  mengikuti OSIS,padahal OSIS itu keluarga kedua Vivi di sekolah,mamah mau vivi menjadi seorang siswa yang mendapatkan nilai terbaik di sekolahnya,tapi kan tidak semudah itu karena banyak siswa yang lebih pintar dari Vivi Ra.”
“Tapi kan Vivi udah lama menjadi anggota OSIS bahkan beberapa bulan lagi kita akan meninggalkan sekolah ini,dan waktu Vivi mengikuti organisasi ini Vivi di beri izin kan sama orang tua Vivi?”
“Iya mamah ngijinin kok,tapi sekarang ujian sudah mulai dekat,jadi mamah ingin Vivi belajar dan gak usah ngurusin kegiatan apapun lagi.”
“Tapi kan vi semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya,maka orang tua vivi punya cara sendiri untuk mendidik anaknya ke arah yang lebih baik.Jadi menurut Sera lebih baik Vivi ikutin apa kemauan mamah Vivi.”
“Iya sih mungkin ini cara mamahku mendidik anaknya ke jalan yang lebih baik.Oke kala begitu vivi akan turuti kemauan mamah vivi, jadi sebisa mungkin vivi akan buktikan bahwa anaknya bisa membuat orang tuanya bahagia.”
“Nah gitu dong ,itu baru namanya vivi sahabat sera.”
“Jadi kalau udah beres kegiatan ulang tahun nanti,Vivi gak akan ikutan kegiatan OSIS dulu,karena Vivi pengen fokus belajar dulu untuk menghadapi ujian nanti.”
 “Oke,, kalau begitu Sera pasti dukung Vivi apapaun itu,asalkan yang terbaik buat vivi pasti jadi yang terbaik juga buat sera.”
“Makasih ya ra,kalau gitu nanti  pas istirahat kita ke perpustakaan ya,kayaknya belajar disana lebih tenang deh.”
“Siap .”
Mereka pun kembali memperhatikan,setelah lama pelajaran berlangsung bel istirahat pun berbunyi seluruh siswa berumuran keluar untuk mengisi perut mereka yang kelaparan berbeda dengan vivi dan sera mereka berniat untuk pergi ke perpustakaan.
Vivi pun belajar dengan penuh semangat supaya hasil ujian nanti mendapatkan nilai yang maksimal dan memuaskan hati kedua orang tuanya.
Hari ujian nasional pun tinggal beberapa hari lagi vivi pun setiap ada waktu senggang selalu di penuhi dengan belajar,dan meninggalkan organisasinya setelah ujian nasional nanti tiba.
Disekolah setiap waktu istirahat Vivi selalu pergi ke perpustakaan,sampai-sampai Sera pun mengajak vivi untuk mengisi perutnya terlebih dahulu supaya vivi juga gak sakit dalam menghadapi ujian nanti,tapi semua yang di bicarakan sera hanya angin yang lewat begitu saja baginya.
Seperti biasa vivi bangun pagi sekali,karena hari ini adalah hari pertama vivi ujian nasional dengan semangat dan mental yang telah terkumpulkan akhirnya vivi pun dengan siap menyambut uijan nasional itu dan memperjuangkan hasil belajar vivi selama ini.
Sesampai di sekolah vivi pun memasuki ruangan yang telah di sediakan khusus untuk murid yang melaksanakan ujian nasional.Setelah menunggu beberapa saat bel pun berbunyi menandakan bahwa ujian nasional segera berlangsung.Dengan sekuat tenaga vivi pun mengisi lembaran demi lembaran soal ujian nasional.
Akhirnya Vivi melewati ujian pertamanya dengan sangat baik,dia berharap bahwa semua jawaban yang dia isi tadi akan membuahkan hasil yang maksimal.
Sebelum semua murid pulang,mereka lebih membahas dulu soal ujian tadi,ada yang kecewa sebab salah memilih,ada pula yang senang karena mereka memilih jawaban yang tepat.
“Ra gimana ujian tadi?”
“Sedikit pusing vi,karena tadi soalnya susah banget.Kalau kamu Vi?”
“Ya Alhamdulillah,ada sebagian soal yang pernah Vivi pelajari selama ini Ra,jadi gak susah-susah banget.”
“Kalau begitu,Vivi pulang bareng Sera ya.Sambil Rara juga pengen main ke rumah Vivi dan belajar bareng sama Vivi,Boleh ya?”
“Iya boleh kok,kita belajar bareng di rumah Vivi.Kebetulan di rumah lagi gak ada siapa-siapa,soalnya mamah sama ayah lagi jenguk nenek di Semarang.”
“Makasih ya vi.”
“Iya sama-sama.”
Vivi dan Sera pun pulang dengan mengendarai motor milik Sera.Hanya butuh waktu beberapa menit di perjalanan,akhirnya mereka pun sampai di rumah Vivi.Mereka pun beristirahat sejenak,kemudian memulai belajarnya sampai sore.
“Vi kayanya Sera pulang deh,soalnya ini udah sore nanti mamah sama ayah nyariin Sera lagi.”
“Oh iya,hati-hati di jalan ya ra.Salam sama mamah dan ayah Sera ya.”
“Iya nanti Sera sampaikan,Sera pamit dulu ya.Assalamu’alaikum.”
“Waalaikum salam.”
Keesokan harinya seperti biasa Vivi bangun pagi dan mengikuti Ujian Nasional nya dengan baik.Hingga akhirnya vivi pun melewati 3 hari Ujian Nasional nya,ada perasaan lega juga disana karena beban yang selama ini dia bawa kini telah usai.
Waktunya pembagian nilai yang akan di pajang di papan mading sekolah.Vivi dan sera segera melihat papan mading tersebut.Ketika vivi melihat nilai ujiannya ternyata vivi gak sangka bahwa ia mendapatkan nilai terbaik dari semua murid yang ada di sekolahnya.
“Ra ini bener kan,aku dapet nilai terbaik ra?”
“Iya vi,selamat ya akhirnya kamu bisa juga vi, karena usaha tidak akan pernah membohongi hasil vi.”
“Makasih ra.”
“Iya,sama-sama.”
Setelah pembagian nilai tersebut,kedua orang tua Vivi bangga karena anaknya bisa berhasil juga.Akhirnya Vivi pun di perbolehkan kembali untuk mengikuti kegiatan OSIS kembali.
Hari kelulusan pun telah tiba untuk semua murid kelas XII,dimana pada hari itu semua kisah canda dan tawa yang dialami dengan teman-teman kita akan sirna.Momen dimana kita membangun persahabatan kita di sekolah ini,akan sirna dan berpisah untuk selama-lamanya.
“Ra,Vivi belum bisa terima kita berpisah.”
“Sera juga vi,tapi ini yang terbaik buat kita.Karena kita juga mempunyai impian kita masing-masing yang harus kita capai.”
“Iya ra,kalau begitu jangan pernah lupa sama Vivi ya ra.”
“Iya Sera gak akan pernah lipa kok.Oh ya,Vivi lanjut kuliah dimana?”
“Alhamdulillah,Vivi lanjut kuliah di London ra,di salah satu universitas ternama.Itu semua berkat beasiswa yang di berikan dari sekolah.”
“Wah hebat banget kamu vi,Sera seneng banget Vivi bisa kuliah di luar negri.Selamat ya vi.”
“Iya,kalau Sera lanjut kuliah dimana?”
“Kalau Sera sih kayaknya mau kerja dulu supaya bisa bantu keuangan keluarga Sera.”
Setelah kelulusan tersebut,Vivi dan Sera pun berjuang meraih impian mereka masing-masing.Dan akhirnya apa yang mereka impikan pun tercapai.

Sekian cerpen karya saya,semoga selvi bisa membuat cerpen-cerpen yang lebih menarik lagi dari pada yang ini.Terimakasih telah membaca;)

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates