Assalamu’alaikum para
sahabat,apa kabar?Untuk yang kali ini selvi akan membagikan sebuah cerpen yang
bertema “Kemenangan Berawal dari Usaha dan Kerja Keras” cerpen ini karya selvi
sendiri loh,semoga cerpennya menarik dan para sahabat pun dapat mengambil
hikmah dari cerpen tersebut.Selamat Membaca!
KEMENANGAN BERAWAL DARI USAHA DAN KERJA KERAS
Aku seorang siswi yang
sekarang duduk di kelas XII IPA di SMA Harapan Bangsa,dimana sekolah yang ku
nantikan sejak aku duduk di SMP dan kini menjadi kenyataan,aku sangat
bersyukur bisa menjadi salah satu siswi
di sekolah SMA Harapan Bangsa ini.
Di sekolah aku
mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah atau sering disebut dengan OSIS. karena
menurutku dengan mengikuti organisasi ini,kita bisa bersikap lebih disiplin dan
merasakan indahnya kebersamaan dan kekeluargaan yang saling melengkapi satu
sama lain.
Pagi hari,mentari mulai
terang, kicauan burung pun mulai menghiasi pagi ini dengan tenang, mataku
terbuka dengan senang, ketika melihat pagi ini yang sejuk dan menghangatkan
seluruh badan,ini lah suasana yang selalu ku nantikan ketika hatiku berada
dalam ketenangan.
Setelah lama menikmati
keindahan alam, aku bergegas untuk merapikan tempat tidurku dan beranjak untuk pergi mandi dan berangkat
sekolah.Sebelum berangkat sekolah,aku selalu berpamitan terlebih dahulu kepada
orang tua ku.
“Mah,yah Vivi pamit
dulu ya.Assalamu’alaikum.”
“Waalaikum
salam.Hati-hati di jalan ya nak.”
“Iya mah siap.”
Dari rumah aku jalan
kaki beberapa menit untuk menunggu angkutan umum di halte.Tapi kenapa pada hari
ini,pukul sudah menunjukan jam 06.25 bus tak kunjung datang juga.Sampai-sampai
aku gelisah kalau bus belum datang juga,bisa-bisa aku terlambat,karena dalam kamus
hidupku tak pernah ada kata terlambat.Setelah lama menuggu akhirnya yang di
tunggupun datang,aku segera menaiki bus.
Hanya butuh waktu
beberapa menit bus pun sampai di depan gerbang sekolah,aku segera turun.Aku
melihat sekeliling keadaan sekolah,ternyata para siswa disana belum cukup ramai
dan parkiran khusus kendaraan pun baru sedikit.Akupun berjalan melewati setiap
koridor ruangan kelas dan sampailah di depan kelasku.
Disana hanya ada
beberapa siswa dan teman sebangku ku Sera yang sedang duduk sambil memainkan HandPhone dengan
santai di kursinya,aku pun segera duduk dan mengampiri temanku.
“Hai Ra,dari kapan kamu
sudah ada disini?”
“Hai Vivi,baru ko vi.”
“Oh gitu,Vivi kira tadi
itu Vivi bakal terlambat masuk sekolah ra,karena tadi bus datangnya lama
banget,tapi syukurlah gak kesiangan juga”
“Iya sih,hari-hari ini
bus emang agak telat Vi.Kalau begitu kapan-kapan Rara jemput Vivi deh,jadi kita
berangkat bareng ke sekolahnya.”
“Oke,awas kalau bohong
ya.”
“Iya,Rara gak bakal
bohong kok.”
Ketika mereka sedang
asik berbincang-bincang,seorang siswi anggota OSIS menghampiri mereka berdua.
“Vi,kamu di tunggu tuh
di ruang osis sama Pa Bayu.”
“Oh iya,aku segera
kesana,Makasih ya.”
“Ra vivi ke ruang osis
dulu ya,kalau ada guru bilangin aja Vivi lagi di panggil sama Pa Bayu di ruang
osis.”
“Oke siap.”
Vivi pun meninggalkan
Rara dan segera menghampiri Pa Bayu yang dari tadi sedang menunggunya.
“Assalamu’alaikum
pak,Bapak panggil saya?”
“Eh iya,sini Vi,bapak
ada tugas buat kamu.Nanti kamu persiapkan ya untuk acara ulang tahun sekolah
kita,pokoknya tema ulang tahun hari ini kita mau bikin acara yang beda dengan
sebelumnya.Jadi kamu urus utnuk segi peralatannya”
“Baik pak,Vivi akan
berusaha menyiapkannya dengan baik dan benar.Kalau begitu vivi kembali ke kelas
dulu ya pa.”
“Iya,silahkan.”
Vivi pun kembali ke
kelasnya dan mengikuti pelajaran seperti biasanya.Tapi pelajaran kali ini Vivi
tidak terlalu memperhatikan gurunya karena dia bingung.Jika Vivi tidak
menjalankan amanah Pak Bayu dengan baik,sama saja Vivi menghianati kepercayaan
yang selama ini Pak Bayu berikan kepadanya. Tetapi dari segi lain mamah Vivi
menginginkan anaknya untuk menjadi seorang siswi yang mendapatkan nilai
terbaik,karena organisasi tidak akan menjamin nilai yang besar.Jadi mamah ingin
Vivi fokus belajar supaya bisa membanggakan dan membawa kedua orang tuanya
dalam kehidupan yang lebih baik.
“Vi,kamu kenapa?apa ada
masalah?”
“Ehh
enggak ra”
“Gak usah bohong kali
Vi,Sera tau kok dari wajah vivi dari tadi bengong mulu.Cerita aja sama
Sera,siapa tahu Sera bisa bantu.”
“Ra,aku boleh Tanya
gak?”
“Boleh,apapun itu
pertanyaanya sebisa mungkin akan Sera jawab asal masih dalam jangkauan.”
“Di dunia ini pasti
semua anak ingin sekali membahagiakan kedua orang tua nya kan?”
“Ya iyalah dimana ada
sih anak yang gak mau orang tuanya bahagia vi.”
“Tapi apakah melarang kegiatan organisasi
anaknya,bisa membuat anaknya bahagia gitu?gak kan. Sama aja itu dengan egois!”
”Jadi maksud vivi,orang
tua vivi melarang vivi main mengikuti OSIS gitu?”
“Iya ra,mamah vivi
melarang vivi mengikuti OSIS,padahal
OSIS itu keluarga kedua Vivi di sekolah,mamah mau vivi menjadi seorang siswa
yang mendapatkan nilai terbaik di sekolahnya,tapi kan tidak semudah itu karena
banyak siswa yang lebih pintar dari Vivi Ra.”
“Tapi kan Vivi udah
lama menjadi anggota OSIS bahkan beberapa bulan lagi kita akan meninggalkan
sekolah ini,dan waktu Vivi mengikuti organisasi ini Vivi di beri izin kan sama
orang tua Vivi?”
“Iya mamah ngijinin
kok,tapi sekarang ujian sudah mulai dekat,jadi mamah ingin Vivi belajar dan gak
usah ngurusin kegiatan apapun lagi.”
“Tapi kan vi semua
orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya,maka orang tua vivi punya cara
sendiri untuk mendidik anaknya ke arah yang lebih baik.Jadi menurut Sera lebih
baik Vivi ikutin apa kemauan mamah Vivi.”
“Iya sih mungkin ini
cara mamahku mendidik anaknya ke jalan yang lebih baik.Oke kala begitu vivi
akan turuti kemauan mamah vivi, jadi sebisa mungkin vivi akan buktikan bahwa
anaknya bisa membuat orang tuanya bahagia.”
“Nah gitu dong ,itu
baru namanya vivi sahabat sera.”
“Jadi kalau udah beres
kegiatan ulang tahun nanti,Vivi gak akan ikutan kegiatan OSIS dulu,karena Vivi
pengen fokus belajar dulu untuk menghadapi ujian nanti.”
“Oke,, kalau begitu Sera pasti dukung Vivi
apapaun itu,asalkan yang terbaik buat vivi pasti jadi yang terbaik juga buat
sera.”
“Makasih ya ra,kalau
gitu nanti pas istirahat kita ke
perpustakaan ya,kayaknya belajar disana lebih tenang deh.”
“Siap .”
Mereka pun kembali
memperhatikan,setelah lama pelajaran berlangsung bel istirahat pun berbunyi
seluruh siswa berumuran keluar untuk mengisi perut mereka yang kelaparan
berbeda dengan vivi dan sera mereka berniat untuk pergi ke perpustakaan.
Vivi pun belajar dengan
penuh semangat supaya hasil ujian nanti mendapatkan nilai yang maksimal dan
memuaskan hati kedua orang tuanya.
Hari ujian nasional pun
tinggal beberapa hari lagi vivi pun setiap ada waktu senggang selalu di penuhi
dengan belajar,dan meninggalkan organisasinya setelah ujian nasional nanti
tiba.
Disekolah setiap waktu
istirahat Vivi selalu pergi ke perpustakaan,sampai-sampai Sera pun mengajak
vivi untuk mengisi perutnya terlebih dahulu supaya vivi juga gak sakit dalam
menghadapi ujian nanti,tapi semua yang di bicarakan sera hanya angin yang lewat
begitu saja baginya.
Seperti biasa vivi
bangun pagi sekali,karena hari ini adalah hari pertama vivi ujian nasional
dengan semangat dan mental yang telah terkumpulkan akhirnya vivi pun dengan
siap menyambut uijan nasional itu dan memperjuangkan hasil belajar vivi selama
ini.
Sesampai di sekolah
vivi pun memasuki ruangan yang telah di sediakan khusus untuk murid yang
melaksanakan ujian nasional.Setelah menunggu beberapa saat bel pun berbunyi
menandakan bahwa ujian nasional segera berlangsung.Dengan sekuat tenaga vivi
pun mengisi lembaran demi lembaran soal ujian nasional.
Akhirnya Vivi melewati
ujian pertamanya dengan sangat baik,dia berharap bahwa semua jawaban yang dia
isi tadi akan membuahkan hasil yang maksimal.
Sebelum semua murid
pulang,mereka lebih membahas dulu soal ujian tadi,ada yang kecewa sebab salah
memilih,ada pula yang senang karena mereka memilih jawaban yang tepat.
“Ra gimana ujian tadi?”
“Sedikit pusing
vi,karena tadi soalnya susah banget.Kalau kamu Vi?”
“Ya Alhamdulillah,ada
sebagian soal yang pernah Vivi pelajari selama ini Ra,jadi gak susah-susah
banget.”
“Kalau begitu,Vivi
pulang bareng Sera ya.Sambil Rara juga pengen main ke rumah Vivi dan belajar
bareng sama Vivi,Boleh ya?”
“Iya boleh kok,kita
belajar bareng di rumah Vivi.Kebetulan di rumah lagi gak ada
siapa-siapa,soalnya mamah sama ayah lagi jenguk nenek di Semarang.”
“Makasih ya vi.”
“Iya sama-sama.”
Vivi dan Sera pun
pulang dengan mengendarai motor milik Sera.Hanya butuh waktu beberapa menit di
perjalanan,akhirnya mereka pun sampai di rumah Vivi.Mereka pun beristirahat
sejenak,kemudian memulai belajarnya sampai sore.
“Vi kayanya Sera pulang
deh,soalnya ini udah sore nanti mamah sama ayah nyariin Sera lagi.”
“Oh iya,hati-hati di jalan
ya ra.Salam sama mamah dan ayah Sera ya.”
“Iya nanti Sera
sampaikan,Sera pamit dulu ya.Assalamu’alaikum.”
“Waalaikum salam.”
Keesokan harinya
seperti biasa Vivi bangun pagi dan mengikuti Ujian Nasional nya dengan
baik.Hingga akhirnya vivi pun melewati 3 hari Ujian Nasional nya,ada perasaan
lega juga disana karena beban yang selama ini dia bawa kini telah usai.
Waktunya pembagian
nilai yang akan di pajang di papan mading sekolah.Vivi dan sera segera melihat
papan mading tersebut.Ketika vivi melihat nilai ujiannya ternyata vivi gak
sangka bahwa ia mendapatkan nilai terbaik dari semua murid yang ada di
sekolahnya.
“Ra ini bener kan,aku
dapet nilai terbaik ra?”
“Iya vi,selamat ya
akhirnya kamu bisa juga vi, karena usaha tidak akan pernah membohongi hasil vi.”
“Makasih ra.”
“Iya,sama-sama.”
Setelah pembagian nilai
tersebut,kedua orang tua Vivi bangga karena anaknya bisa berhasil juga.Akhirnya
Vivi pun di perbolehkan kembali untuk mengikuti kegiatan OSIS kembali.
Hari kelulusan pun
telah tiba untuk semua murid kelas XII,dimana pada hari itu semua kisah canda
dan tawa yang dialami dengan teman-teman kita akan sirna.Momen dimana kita
membangun persahabatan kita di sekolah ini,akan sirna dan berpisah untuk
selama-lamanya.
“Ra,Vivi belum bisa
terima kita berpisah.”
“Sera juga vi,tapi ini
yang terbaik buat kita.Karena kita juga mempunyai impian kita masing-masing
yang harus kita capai.”
“Iya ra,kalau begitu
jangan pernah lupa sama Vivi ya ra.”
“Iya Sera gak akan
pernah lipa kok.Oh ya,Vivi lanjut kuliah dimana?”
“Alhamdulillah,Vivi
lanjut kuliah di London ra,di salah satu universitas ternama.Itu semua berkat
beasiswa yang di berikan dari sekolah.”
“Wah hebat banget kamu
vi,Sera seneng banget Vivi bisa kuliah di luar negri.Selamat ya vi.”
“Iya,kalau Sera lanjut
kuliah dimana?”
“Kalau Sera sih
kayaknya mau kerja dulu supaya bisa bantu keuangan keluarga Sera.”
Setelah kelulusan
tersebut,Vivi dan Sera pun berjuang meraih impian mereka masing-masing.Dan
akhirnya apa yang mereka impikan pun tercapai.
Sekian cerpen karya
saya,semoga selvi bisa membuat cerpen-cerpen yang lebih menarik lagi dari pada
yang ini.Terimakasih telah membaca;)











